Panggilan dan Bayang-bayang dari sebuah kata Haji
📜 Bait-Bait Renungan Ketika lambaian Kakbah mulai menjauh, Dan gema talbiyah berganti riuh. Engkau pulang membawa nama baru, Dipanggil Haji, disapa Hajjah, di setiap penjuru. Namun... apakah gelar itu jubah kemuliaan? Atau justru cermin yang menuntut kesucian? Sebab mabrur tak terletak pada sebutan manusia, Ia bersembunyi rapat, dalam beningnya rasa. Ketika kaki kembali menapak di tanah air dan pelukan hangat sanak saudara menyambut di ambang kepulangan, sebuah kata baru perlahan menyelinap dan bersanding di depan nama kita: Haji atau Hajjah . Panggilan ini menggema di setiap sudut, bukan sekadar sebagai simbol penghormatan sosial, melainkan sebagai penanda dari sebuah perjalanan spiritual yang dahsyat melintasi batas ruang dan waktu. Namun, di balik untaian huruf yang kini melekat erat tersebut, tersimpan sebuah rahasia yang menggetarkan jiwa, membawa pulang sebuah jubah tak kasat mata yang menuntut pertanggungjawaban besar di hadapan manusia dan Sang Pen...